Jakarta ( UNAS) –  Berbicara fotografi jurnalistik tentunya tak lepas dari masalah pemberitaan dan teknik  pengambilan sebuah objek pemberitaan. Bagaimana sebuah gambar bisa mevisualisasikan suatu peristiwa kejadian di masyarakat sehingga pembaca atau menikmat dapat merasakan getaran yang ada di dalam gambar ketika di lihatnya. Fotografi Jurnalistik banyak digunakan dalam dunia pemberitaan dan foto-foto ini akan menghiasi rangkaian pemberitaan yang akan dikomunikasikan pada masyarakat melalui Koran, tabloid, majalah dan bulletin. Menurut Cliff Edom, salah satu guru besar dari Universitas Missouri Amerika Serikat, Fotografi Jurnalistik merupakan hasil perpaduam antara kata dan gambar atau Word and Picture. Bagaimana sebuah gambar yang ditampilkan bisa menguraikan sesuatu kata-kata dalam pemberitaan hingga dapat mempengaruhi pikiran orang. Pendapat senada juga diungkapkan oleh salah satu editor majalah Life yaitu Wilson Hicks, bahwa kombinasi antara kata dan gambar yang menghasilkan satu kesatuan komunikasi terdapat suatu kesamaan antara latar belakang pendidikan dan tingkat sosial pembacanya.

Mengingat betapa pentingnya manfaat dari kemahiran mengoperasikan fotografi jurnalistik maka Universitas Nasional melalui program studi ilmu komunikasi mengadakan pameran fotografi jurnalistik bagi para mahasiswa – mahasiswa aktif yang saat ini tengah menempuh studi di Unas.  Sebanyak 25 hasil karya seni fotografi  yang dipamerkan di halaman selasar Universitas Nasional inipun mengundang decak kagum bagi para mahasiswa lain yang melihat.

Ditemui diruang pameran hasil karya fotografi Raden Daniel Wisnuwhardana selaku dosen ilmu komunikasi menuturkan bahwa acara pameran hasil fotografi jurnaslistik ini adalah salah satu ajang dimana mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah jurnalistik dan periklanan untuk dapat mengaplikasikan teori- teori yang telah didapatkan menjadi sebuah hasil karya yang baik, benar dan memiliki nilai seni yang tinggi. Pria yang akrab disapa Bang Daniel inipun menambahkan, jika hasil karya seni yang dapat dipamerkan ini adalah hasil karya seni yang terbaik yang telah melalui beberapa tahap seleksi dari para ahli termasuk dosen dan praktisi fotografi.   Nantinya dari 25 foto terbaik akan disaring menjadi 4 besar  yang kemudian akan diikutkan dalam ajang  Festival Fotografi Indonesia, selain itu ungkapnya, para peserta yang hasil  karyanya telah dipublish akan mendapatkan reward berupa nilai “ A” pada mata kuliah ini. Ditanya perihal kriteria penilaian Danielpun,  menuturkan bahwa kriteria foto yang baik itu meliputi keseimbangan komposisi warna, pencahayaan dan sudut pengambilan foto ,memenuhi  unsur berita yang baik dengan berpola kepada 5 W 1 H serta kesesuaian antara tema dengan isi dari foto yang selaras.

“ Pameran fotografi jurnalistik ini adalah rangkaian kegiatan rutin yang telah dilakukan sejak tahun 2015. Mahasiswa – mahasiswa yang  saat ini mengambil mata kuliah jurnalistik dan periklanan diwajibkan untuk membuat karya seni fotografi jurnalistik  dimana para peserta bebas memilih tema sesuai dengan kaidah jurnalistik yang telah mereka pelajari. Acara yang berlangsung selama empat hari ini merupakan wadah bagi para jurnalis – jurnalis muda yang ingin menuangkan ide dan kreatifitas mereka kedalam sebuah hasil karya seni dimana mereka dapat memamerkan hasil kerja keras mereka dihadapan khalayak ramai. Oleh karena itu saya menghimbau kepada para peserta yang hasil karyanya belum berhasil lolos seleksi untuk tidak berputus asa dan terus mengembangkan potensi yang telah dimiliki. Jangan takut untuk terus berkarya sebab untuk menjadi seorang jurnalis yang handal tidak hanya dibutuhkan skill yang mumpuni saja melainkan juga teknik  penjiwaan  yang sempurna didalam memahami sebuah objek”, tegas Daniel di selasar UNAS, Jumat ( 16/6).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *